www.pexels.com Obat yang disimpan di rumah akan menjadi limbah farmasi dengan beberapa alasan. Pasien mendapatkan obat pulang dari perawatan rumah sakit dan rawat jalan klinik atau puskesmas namun tidak patuh dengan waktu minum obat, pulih lebih awal, pengobatan diganti atau kesalahan pada peresepan dan pemesanan akan berakhir menjadi obat yang tidak terpakai dan kedaluwarsa. Pasien biasanya juga membeli obat over-the-counter untuk "jaga-jaga" yang bisa kedaluwarsa sebelum digunakan. Penelitian yang dilakukan di Malaysia mencatat sebanyak 76.9% obat tidak terpakai dihasilkan dari pengobatan yang dihentikan ketika merasa lebih baik, 50.3% perubahan pada pengobatan, 49% mengalami efek samping dari obat, 47.2% tidak minum obat sesuai aturan dan 46% tidak merasa ada perbaikan setelah minum obat. Belum ada data pasti yang dihasilkan dari Indonesia terkait obat tidak terpakai dan kedaluwarsa. Negara dengan pendapatan ren...